Senin, 24 Agustus 2020

Apakah Benar? Anak Yang Lahir Dengan Caesar Tidak Memiliki Daya Tahan Tubuh Kuat

Posted by Uswatun Hasanah on 02.05 with No comments

Terdapat beragam prosedur kelahiran bayi yang bisa ditempuh oleh ibu. Salah satunya adalah metode persalinan caesar atau c-section.

Selama ini, beredar rumor bahwa anak-anak yang lahir melalui prosedur persalinan caesar disebut memiliki sistem kekebalan tubuh tak sekuat mereka dengan kelahiran pervaginaan. Benarkah pendapat ini?

Si kecil yang lahir dengan persalinan c-section mendapatkan mikrobiota dari lingkungan rumah sakit. Bakteri baik lebih sedikit dibandingkan yang lahir secara normal dan berpotensi mengalami disbiosis.

Lebih lanjut, ketidakseimbangan mikrobiota (disbiosis) dalam sistem gastrointestinal memicu risiko terjadinya gangguan imunitas, termasuk alergi terhadap makanan, penyakit metabolik semisal diabetes melitus dan obesitas, lalu penyakit terkait pencernaan. Sementara itu, anak yang lahir melalui pervaginaan atau normal mendapatkan mikrobiota dari jalan lahir, sehingga jumlah bakteri baiknya tinggi.

Sebuah penelitian menunjukkan, anak lahir caesar butuh waktu enam bulan untuk mencapai mikrobiota usus yang serupa dengan anak lahir normal sehingga anak lahir caesar memiliki risiko lebih tinggi terhadap berbagai gangguan sistem imunitas.

Mikrobiota saluran cerna didapatkan sejak anak lahir dan berkembang hingga usia 3 tahun. Periode tersebut merupakan waktu penting untuk membentuk mikrobiota yang sehat untuk mendukung sistem imun anak.

Namun, anak-anak yang lahir melalui prosedur caesar masih bisa jumlah mikrobiotanya mencapai keseimbangan, salah satunya memberinya ASI sesuai anjuran para pakar kesehatan. ASI mengandung nutrisi lengkap termasuk probiotik dan prebiotik yang dapat memodulasi mikrobiota.

ASI mengandung lebih dari 200 spesies mikroorganisme yang dikenal sebagai probiotik dan human milk oligosaccharides atau yang dikenal sebagai prebiotik. Kombinasi probiotik dan prebiotik yang bekerja sinergis dan memberikan efek, dikenal juga dengan Sinbiotik, dapat membantu mempercepat kolonisasi bakteri baik dan meningkatkan jumlah bakteri baik seperti Bifidobacterium pada si kecil yang lahir secara caesar.

Memberi ASI bisa membantu meningkatkan sistem imum anak terutama pada dua tahun awal. Selain itu, pemberian ASI ini juga bisa membantu menurunkan risiko anak mengidap penyakit alergi.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar