Senin, 21 September 2020

5 Potensi Risiko dalam Ekspor dan Impor yang Harus Diwaspadai

Posted by Uswatun Hasanah on 21.50 with No comments

Suatu pertukaran barang dan jasa atau perdagangan memiliki risiko tersendiri. Begitu pula dengan pengiriman menggunakan jasa ekspor atau jasa kirim luar negeri. Mengirim barang ke luar negeri tentu tantangannya lebih tinggi. Untuk mengatasi itu, jasa pengiriman yang terpercaya akan membantu dan menjamin barang akan aman hingga tujuan.

Risiko yang Dapat Terjadi dalam Perdagangan

Ada beberapa risiko yang bisa saja terjadi dalam perdagangan ekspor dan impor. Risiko tersebut  dapat berasal dari dalam negeri ataupun keadaan yang hampir sama dialami oleh negara lain. Risiko-risiko tersebut antara lain adalah:

1. Risiko Kondisi Negara dan Politik
Kondisi negara dan politik negara eksportir dan negara importir sangat mempengaruhi sirkulasi perdagangan antar negara. Beberapa risiko tersebut antara lain apabila suatu negara sedang mengalami peperangan atau situasi yang tidak aman di dalam negeri sehingga negara tersebut mengalami inflasi.

Selain kondisi politik, kondisi kesehatan juga dapat mempengaruhi jual beli. Contohnya adalah adanya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara yang ada di dunia ini. Karena beberapa jalur negara di tutup, maka perdagangan baik ke dalam maupun ke luar tidak dapat dilakukan.

2. Risiko Dokumen Kelengkapan
Risiko pada jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri lain adalah mengenai dokumen kelengkapan. Beberapa kegagalan dalam memenuhi persyaratan berasa dari pihak Bea dan Cukai suatu negara.

Pihak Bea Cukai memiliki wewenang untuk mengeluarkan barang dan juga adanya alokasi devisa. Dokumen bisa ditunda atau juga bisa terlambat tergantung pada pihak Bea Cukai tersebut. Selain itu, bisa jadi karena barang termasuk barang yang dilarang di suatu negara sehingga terjadi penyitaan dan juga pemberian denda.

3. Risiko Pertukaran Nilai Mata Uang
Mata uang suatu negara memiliki nilai yang berbeda-beda. Sebagai seorang penjual atau eksportir, Anda tentu akan memiliki potensi mendapat risiko pertukaran uang ini. Hal ini terjadi karena pelemahan pada mata uang yang negara asal atau negara tujuan dapat berubah sewaktu-waktu.

4. Commercial Credit Risk
Risiko ini merupakan keadaan di mana pihak eksportir tidak bisa memenuhi tanggung jawabnya. Kredibilitas eksportir atau penjual menjadi salah satu yang dipertaruhkan apabila ada beberapa hal dasar yang tidak dapat dipenuhi.

Jika ada commercial credit risk, importir atau pembeli bisa saja tidak menyetujui barang yang sudah dikirim. Risiko ini terjadi karena salah satunya adalah tidak adanya pembayaran berdasarkan Letter of Credit (L/C).

5. Pitfall on L/C 
Adanya kesalahan dalam L/C merupakan suatu risiko yang bisa dihadapi oleh eksportir maupun importir. L/C merupakan sebuah dokumen perjanjian antara penjual dan pembeli yang dikeluarkan oleh bank untuk membayarkan tagihan yang dikirim penerima L/C.

Beberapa contoh kesalahan dalam L/C adalah tidak lengkapnya alamat, pencantuman batas waktu pengiriman yang tidak jelas, dan juga alamat atau nama bank yang tidak lengkap.

Pada skema perdagangan, eksportir dan importir sama-sama berpotensi terkena risiko. Oleh karena itu pilihlah jasa kirim ekspor atau jasa kirim luar negeri yang terpercaya. 
Categories: , ,

0 komentar:

Posting Komentar